Sejarah Himagri

SEJARAH TERBENTUKNYA HIMASEP

Di awali tahun 2000, pada tanggal 13-14 Oktober mahasiswa pertanian berkumpul di ruang kelas. Pertemuan itu diadakan setelah mata kuliah ekologi tanaman dari mahasiswa kedua jurusan yaitu Sosial Ekonomi Pertanian dan Agronomi. Jumlah mahasiswa kedua jurusan tersebut kurang lebih sekitar 45 orang. Kemudian kang Nurul Hayat berbicara dan berinisiatif untuk membentuk suatu persaudaraan mahasiswa pertanian dan akhirnya terbentuklah persaudaraan tersebut dengan nama “Paguyuban Mahasiswa Fakultas Pertanian Untirta” yang pada waktu itu belum ada wadah serupa di Fakultas-Fakultas di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) kecuali di Jurusan Teknik Mesin yang dinamakan “M-Forever”.

Karena hampir seluruhnya yang tergabung semester 1 akhirnya kang Nurul Hayat (SOSEKTAN) selaku ketua menunjuk teh Neng Mastutianingsih (SOSEKTAN) sebagai bendahara, sekertarisnya Rinda Al-Bakro (AGRONOMI) kemudian humasnya kang Rifki Munir (SOSEKTAN), himpunan masa kang Risky Rosihan dan bagian maping kelas di komandoi oleh kang Budi Santoso (AGRONOMI). Dari situlah pertama dilakukan demo tentang “Mahasiswa Pertanian Kok Ga Punya Lab?”. Dan akhirnya demo tersebut di benarkan oleh Rektor waktu itu yaitu bapak Abdul Bari yang merupakan ahli di bidang taksonomi tumbuhan. Hasil dari demo tersebut Green House diperbaiki atas instruksi rektor secara langsung.

Setelah itu “Paguyuban Mahasiswa Fakultas Pertanian” dianggap sebagai organisasi taktis yang bermaksud hanya sebagai wadah dan sarana dalam mengadu masalah perbaikan fasilitas kampus. Dan akhirnya karena terdapat aktifitas lain seperti acara-acara Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) pada tahun 2001 salah satunya di Universitas Padjajaran (UNPAD) wadah paguyuban tersebut pengurus dan anggotanya sudah kurang fokus lagi. Pada tahun 2002 beberapa aktifis termasuk kang Nurul Hayat sudah mendengungkan wadah Himpunan tetapi kurang ditanggapi serius. Kemudian beberapa aktifis tersebut bergabung dengan aktifis dari beberapa Fakultas untuk konsen dalam penegerian UNTIRTA melalui wadah yang dinamakan Forum Keluarga Mahasiswa (FKM).

Bulan Februari tahun 2003, sudah di mulai dalam langkah untuk  membentuk sebuah wadah bagi mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian UNTIRTA sekaligus mengikuti kegiatan POPMASEPI untuk pertamakalinya demi eksistensi almamater ini dimata kampus-kampus lain. Delegasi dari UNTIRTA dalam kegiatan POPMASEPI tersebut antara lain Kang Taufik Juhri, Kang Rizal Aziz, Kang Emon dan mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian pada masa itu yang memperkenalkan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEP) UNTIRTA. Setelah itu Kang Nurul Hayat (Kanjeng), Kang Taufik Juhri, Kang Asep, Kang Nur Hayat, Kang Munir, dan juga di pelopori oleh mahasiswa SOSEKTAN angkatan 2002 dan sebagian angkatan 2001 melakukan sebuah pertemuan di ruangan yang menjadi ruang wakil – wakil dekan sekarang  untuk membahas dan mempersiapkan pembentukan HIMASEP UNTIRTA pada tanggal 23 Maret 2003 berdasarkan SK Dekan Fakultas Pertanian UNTIRTA.

Dalam perkembangan HIMASEP membutuhkan seorang ketua dan wakil ketua, oleh karena itu pada bulan Mei 2003 dilakukan pemilihan untuk pertama kalinya dengan tujuan menentukan pemimpin bagi HIMASEP dalam satu periode kedepan. Yang menghadiri proses pemilihan dan ikut andil berpengaruh besar dalam menentukan arah dan tujuan HIMASEP kedepannya antara lain Kang Nurul Hayat (Kanjeng), Kang Nur Hayat, Kang Asep, Kang Taufik Juhri, Kang Iswadi, Kang Rizal Aziz, Teh Ani, Teh Nurmalela dan pihak-pihak lain yang mendukung serta mengarahkan gagasannya demi kemajuan HIMASEP seperti para perintis dan pendiri HIMASEP. Akhirnya setelah melalui proses yang cukup panjang terpilihlah untuk pertama kalinya sebagai ketua HIMASEP UNTIRTA yaitu Kang Iswadi dan wakil ketua HIMASEP UNTIRTA yaitu Kang Taufik Juhri.

Dalam perkembangan roda organisasi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dirumuskan sejak tahun 2003 dan digunakan sebagai pedoman HIMASEP dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2005 Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian UNTIRTA. AD/ART dileburkan menjadi satu dalam naungan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian UNTIRTA yang berlaku untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UNTIRTA dan Himpunan di sivitas akademik Fakultas Pertanian UNTIRTA.

PERGANTIAN NAMA (HIMASEP menjadi HIMAGRI)

Seiring berjalannya waktu dengan pergantian nama Jurusan, yang awalnya adalah Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEKTAN), sesuai Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 163/DIKTI/Kep/2007, tanggal 29 November, perihal perubahan nama program studi yang disesuaikan dengan nama baru, yakni dari Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian menjadi Agribisnis, ada beberapa pandangan dari demisioner-demisioner petinggi Himpunan yang pada akhirnya merumuskan dari hasil kajian mendalam.

Kajian yang dilakukan dari petinggi-petinggi himpunan secara relevan, dan dari sisi akademisi Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis ada perbedaan dalam arti keilmuannya. Kajian yang dilakukan secara akademik dari mulai pimpinan Himpunan pertama sampai dengan akhir pada masa itu (2003-2014), akhirnya membuahkan pertimbangan untuk pergantian nama. Yang kemudian menghasilkan pergantian nama himpunan, dari HIMASEP (Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian) berganti nama menjadi HIMAGRI (Himpunan Mahasiswa Agribisnis).

Pada masa kepemimpinan Kang Angga Hermanda sebagai ketua dan Teh Aida N. Kamia sebagai wakil ketua periode 2012, himpunan menyelenggarakan referendum kepada seluruh mahasiswa Agribisnis untuk menentukan nama himpunan. Hasilnya, 80 persen mahasiswa Agribisnis memilih untuk merubah nama himpunan dari HIMASEP menjadi Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI), 15 persen memilih nama Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis (HIPMAGRI), dan 5 persen masih tetap memilih HIMASEP. Hasil referendum tersebut dilanjutkan pada masa kepemimpinan Teh Nurhasanah sebagai ketua dan Kang Sumantri sebagai wakil ketua periode 2014 secara de facto nama himpunan sudah berubah menjadi HIMAGRI. Proses administrasi yang panjang dan butuh waktu dalam penetapan secara de jure, karena penetapan perubahan nama dari HIMASEP menjadi HIMAGRI disahkan pada sidang pleno di MUSMA (Musyawarah Mahasiswa) FAPERTA UNTIRTA.

Hal ini juga merubah AD/ART yang memang sudah disepakati dari hasil kajian mendalam dan musyawarah dengan petinggi-petinggi himpunan sebelumnya dari periode awal hingga akhir pada masa itu (2003-2014). Secara de jure HIMAGRI diakui pada kepemimpinan Kang Sarnata sebagai ketua dan Kang Habibi Zaenal Abidin sebagai wakil ketua periode 2015. Hingga sekarang mahasiswa agribisnis mengenal Himpunan yang ada di jurusannya dengan nama HIMAGRI.

HIMAGRI SEMANGAT!!!

HIMAGRI SEMANGAT!!!

HIMAGRI SEMANGAT!!